My Life's Blog

Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak

by dudi wahyudi on Oct.20, 2010, under Kantor

Seperti yang telah kita ketahui, jalannya pemerintahan ini sebagian besar dibiayai pajak. Ya, memang sekitar 70% s/d 75% APBN kita sumber pembiayaannya adalah dari sektor pajak. Nah, kebayang kan betapa pentingnya arti pajak bagi negara ini?

Jenis pajak yang sangat dominan terhadap penerimaan perpajakan ini adalah Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah institusi di bawah Kementrian Keuangan yang diberi tugas untuk mengelola kedua jenis pajak itu melalui fungsi pelayanan, penyuluhan dan pengawasan terhadap Wajib Pajak. Setiap tahunnya DJP dibebani tugas untuk menghimpun penerimaan pajak, terutama dari kedua jenis pajak ini.

Dalam rangka mengamankan penerimaan pajak yang telah ditargetkan ini, Direktorat Jenderal Pajak melakukan dua pendekatan yaitu kegiatan intensifikasi pajak dan kegiatan ekstensifikasi pajak.

Kegiatan intensifikasi pajak dilakukan dengan mengoptimalkan penerimaan pajak dari Wajib Pajak yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak. Ya, sasaranya adalah orang atau badan yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tentunya. Ya, kalau kita bandingkan dengan petani, kegiatan intensifikasi ini adalah bagaimana mengoptimalkan produksi padi dengan lahan yang sudah ada. Caranya misalnya mengoptimalkan pemupukan, pengairan dan pembasmian hama.

Nah, kalau dalam intensifikasi pajak, terdapat tiga istilah terkait intensifikasi ini yaitu mapping atau pemetaan, profilling atau pembuatan profil dan benchmarking atau pembandingan. Ketiga kegiatan ini didukung dengan kegiatan pengumpulan data baik dari internal DJP maupun dari eksternal DJP.

Kegiatan tersebut dilakukan secara terpadu untuk menemukan adanya indikasi potensi pajak yang belum tergali yang biasanya dilakukan oleh petugas Account Representative. Proses ini diawali dengan analisa oleh AR yang kemudian bisa dilanjutkan dengan pengiriman surat himbauan kepada Wajib Pajak untuk membetulkan SPT yang telah dilaporkan. Terhadap Wajib Pajak juga bisa dilakukan kegiatan konseling di mana Wajib Pajak dan petugas pajak akan mencari titik temu terhadap perbedaan pendapat atas suatu hal yang dipermasalahkan.

Di sisi lain, kegiatan ekstensifikasi pajak dimaksudkan untuk menambah jumlah Wajib Pajak terdaftar, terutama Wajib Pajak Orang Pribadi. Ya, hal ini dilakukan karena rasanya masih ada orang pribadi yang penghasilannya melebihi PTKP tetapi belum memiliki NPWP.

Pendekatan yang dilakukan selama ini adalah pendekatan kepada pemberi kerja seperti perusahaan dan instansi untuk bekerjasama mendaftarkan karyawannya secara kolektif ke Kantor Pelayanan Pajak tempat perusahaan atau instansi tersebut terdaftar. Pendekatan lainnya adalah pendekatan properti. Pendekatan ini menggunakan data NJOP PBB dengan nilai tertentu untuk melakukan pendataan dan sekaligus untuk mengecek orang pribadi yang memiliki atau memanfaatkan tanah/bangunan tersebut sudah memiliki NPWP atau belum. Pendekatan ini lebih kepada properti yang menjadi pusat kegiatan ekonomi atau yang dimiliki oleh orang yang memiliki potensi ekonomi tinggi seperti pusat-pusat perbelanjaan dan apartemen.

Nah, diharapkan, dengan kedua jenis kegiatan yang dilakukan oleh DJP ini, penerimaan pajak akan semakin meningkat dan dapat mencapai target sekaligus bisa menaikkan angka Tax Ratio negara kita.

Palembang, 20 – 10 – 2010

(sekitar jam 7.30 malam menjelang pergi ke Pal TV untuk mengisi acara talk show tentang masalah di atas)

:, ,

5 Comments for this entry

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...

Archives

All entries, chronologically...